8/29/2014

Nutrisi dan Manfaat Kepiting bagi Kesehatan Tubuh

Kepiting atau ketam bisa ditemukan hampir di semua samudra dunia. Tubuh kepiting dilindungi oleh cangkang yang sangat keras, tersusun dari kitin, dan memiliki dua capit. Ada kepiting air tawar dan darat, khususnya di wilayah-wilayah tropis. Rajungan adalah kepiting yang hidup di perairan laut dan jarang naik ke tepi pantai, sedangkan yuyu adalah ketam penghuni perairan tawar (sungai dan danau). Kepiting beraneka ragam ukurannya, dari ketam kacang, yang lebarnya hanya beberapa milimeter, hingga kepiting laba-laba Jepang, dengan rentangan kaki mencapai 4 meter.
Nutrisi dan Manfaat Kepiting bagi Kesehatan Tubuh
Kepiting Saus Kecap
Mengkonsumsi makanan yang lezat dan bermanfaat adalah salah satu yang digemari oleh banyak orang. Daging kepiting mengandung kadar protein yang cukup tinggi 18 gram, kaya akan kalsium 89 gram, namun rendah kadar kolesterol jika dibandingkan dengan seafood lain. Kepiting juga mengandung EPA (eicosapentaenoicacid) dan DHA (docosahexaenoic acid) yaitu komponen asam lemak omega-3 yang penting dalam pembentukan membran sel otak sebanyak 0.3 gram.

Kandungan protein yang tinggi berfungsi penting bagi tubuh sebagai pembentuk enzim, pembentukan sel organ dan otot, pembentuk hormon, perbaikan sel yang rusak, pengatur metabolisme, dan pembentuk sistem imun tubuh.

Asam lemak omega-3 dalam kepiting berfungsi menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah sehingga mencegah penyakit kardiovaskular (jantung), meningkatkan sistem imun tubuh, meningkatkan fungsi sistem syaraf dan kesehatan mata, dan meningkatkan kecerdasan otak.

Kandungan vitamin B12 yang terdapat pada kepiting sangat baik untuk menghasilkan energi dan pertumbuhan, meningkatkan metabolisme asam amino dan asam lemak, produksi sel darah merah, serta meningkatkan kesehatan syaraf dan kulit.

Mineral copper yang terdapat pada daging kepiting berfungsi sebagai komponen enzim redox, pembentukan sel darah merah, otot, syaraf, tulang dan otak, serta mencegah penyakit tulang dan syaraf. Sementara, mineral zinc berfungsi untuk komponen pembentuk enzim-enzim tubuh, sel darah merah, sistem imun tubuh, dan mencegah kerontokan rambut.

Mineral selenium berperan sebagai antioksidan untuk mencegah kerusakan sel dari radikal bebas penyebab kanker dan penyakit jantung. Selenium diyakini berperan dalam mencegah kanker dan pengrusakan kromosom, juga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi virus dan bakteri serta mencegah peradangan.

Kepiting juga merupakan sumber yang baik dari vitamin A, vitamin C dan vitamin B termasuk vitamin B12, seng dan tembaga. Daging kepiting adalah sumber selenium, yang dapat menjadi sarana untuk mencegah kanker. Selain itu, kepiting juga memiliki beberapa kromium, yang dianggap sebagai mineral yang berguna jika Anda memiliki resistensi insulin, karena dapat meningkatkan metabolisme gula darah, dan juga makanan sehat bagi penderita diabetes.

Dalam menyajikan kepiting, sebaiknya Anda tidak mengolah kepiting dengan cara digoreng. Meski mengandung berbagai nutrisi yang menyehatkan, kepiting juga mengandung kolesterol yang cukup tinggi yaitu 76 mg / 100 gram. Konsumsi kolesterol per hari yang dianjurkan maksimal sekitar 300 mg. Sajian kepiting berukuran sedang setiap hari sudah cukup untuk mendapatkan semua manfaatnya.

Kepiting mengandung senyawa basa purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Penderita penyakit asam urat atau gout lebih baik menghindari atau membatasi konsumsi kepiting. Untuk kepiting cangkang lunak/soka, kulitnya tidak perlu disisihkan, nilai nutrisinya juga tinggi, terutama kandungan chitosan dan karotenoid yang biasanya banyak terdapat pada cangkang.

Kepiting adalah seafood yang memiliki risiko merkuri cukup rendah. Banyak ikan, terutama yang berada pada puncak rantai makanan, mengandung jumlah merkuri yang cukup tinggi dan tidak dianjurkan sebagai makanan yang sering untuk dimakan. Kepiting mengandung banyak manfaat dari makanan laut lainnya, tanpa risiko merkuri.

No comments:

Post a Comment