Showing posts sorted by relevance for query lompat bungee. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query lompat bungee. Sort by date Show all posts

10/10/2014

Nevis Highwire Platform, Tempat Menakjubkan untuk Lompat Bungee

Lompat bungee ialah sebuah aktivitas di mana seseorang melompat dari sebuah tempat tinggi dengan satu ujung dari tali elastis yang diikatkan di badan atau pergelangan kaki dan ujung talinya satunya terikat ke titik lompatan. Salah satu tempat yang menarik untuk lompat bungee adalah yang terletak di Selandia Baru. Nevis Highwire Platform adalah platform lompat bungee di Pegunungan Alpen Selatan dekat Queenstown di Pulau Selatan Selandia Baru. Ini merupakan platform lompat bungee tertinggi ketiga di dunia pada ketinggian 134 meter. Kedua ujungnya, diikat oleh tali berkekuatan tinggi di kedua sisi lembah Sungai Nevis. Terdapat lantai kaca yang memungkinkan penonton untuk menonton orang lain yang sedang melompat. Hal ini membuat daya tarik wisata utama bagi mereka yang mengunjungi Queenstown.
Nevis Highwire Platform, Tempat Menakjubkan untuk Lompat Bungee
By Che010 (Karya sendiri) [Public domain], via Wikimedia Commons
Pelompat bungee, menurut situs nz.com, biasanya jatuh pada kecepatan lebih dari 128 km / jam, dan durasi melompat awal adalah 8 detik. Sementara kecepatan jatuh yang kedua lebih besar dari lompat bungee komersial pertama di dunia, Kawarau Bridge di Queenstown. Situs ini tidak dapat diakses oleh kendaraan pribadi dan hanya dapat dicapai dengan menggunakan antar-jemput dari pusat kota Queenstown di toko perusahaan yang terletak di Stasiun. Untuk mencapai lokasi, dibutuhkan waktu 40 menit perjalanan sepanjang jalan pegunungan yang berliku.

Selain lompat bungee, terdapat pula ayunan terbesar di dunia, Nevis Swing. Ayunan ini juga berada di Selandia Baru. Ini akan membawamu berayun sejauh 300 meter di atas ketinggian 160 meter. Ya, ini merupakan ayunan khusus bagi kamu orang yang memiliki nyali tinggi untuk berayun di ayunan paling terbesar di dunia. Talinya saja terbentang sepanjang 120 meter, dan kecepatan ayunan mencapai lebih dari kecepatan rata-rata orang yang ngebut di jalan tol, 150 kilometer per jam.

Ada banyak pilihan menu cara berayun, mulai dari yang normal atau meluncur menghadap ke depan, terbalik (truck’n tralier) dan lain sebagainya. Jika tertarik untuk mencobanya, datang saja ke Queenstown di Selandia Baru. Untuk melakukan ayunan solo, siapkan kocek sebesar 180 NZD, sedangkan bagi yang lebih suka tandem, siapkan 160 NZD untuk masing-masing peserta.
Read More

10/13/2014

Berkunjung ke Air Terjun Victoria di Afrika Selatan

Victoria Falls adalah air terjun terbesar di Afrika, terbesar di dunia, salah satu air terjun yang paling indah dan spektakuler. Ini merupakan salah satu air terjun paling spektakuler di dunia. Air terjun ini terletak di Sungai Zambezi, yang pada saat ini membentuk perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe. Meskipun bukan yang tertinggi ataupun yang terlebar di dunia, air terjun ini adalah salah satu air terjun yang terbesar dan paling menarik. Lebar air terjun ini kira-kira 1,6 km, dengan ketinggian 128 meter. Air terjun Victoria satu setengah kali lebih lebar dan dua kali lebih tinggi dari air terjun Niagara.
Lunar Rainbow 3 - ORION L - Victoria Falls - Calvin Bradshaw 3
By CalvinBradshaw (http://photos.calvinbradshaw.com) (Karya sendiri) [CC-BY-SA-3.0], via Wikimedia Commons
Diperkirakan 600 juta liter kubik air jatuh ke tanah setiap menit dari air terjun Victoria. Orang-orang dari seluruh penjuru dunia datang untuk mengunjungi air terjun ini antara bulan September dan Desember, yang merupakan waktu terbaik untuk berkunjung. Ini terjadi ketika aliran sungai berkurang, sehingga traveler bisa berenang ke tepi yang ekstrim dari air terjun, masuk ke dalam kolam alami yang disebut Devil’s Pool. Kolam ini juga dapat diakses dari Pulau Livingstone, tempat yang sama di mana Livingstone pertama kali melihat air terjun ini.

Air terjun ini dinamai setelah kedatangan Ratu Victoria pada tahun 1855 oleh David Livingstone, seorang penjelajah dari Skotlandia. Sementara nama lokalnya adalah Mosi-oa-Tunya, "asap menggelegar." Dinamai demikian karena lebarnya semburan air dan kerasnya gemuruh air terjun ini. Livingstone mengganti namanya untuk menghormati Ratu Victoria pada tahun 1855. Namun, penduduk setempat masih menyebutnya dengan nama lama. Air terjun ini merupakan bagian dari dua taman nasional, Mosi-oa-Tunya National Park di Zambia dan Victoria Falls National Park di Zimbabwe, dan juga Situs Warisan Dunia UNESCO.

Air terjun spektakuler ini merupakan obyek wisata utama di Afrika Selatan. Air terjun yang pertama kali ditemukan oleh seorang penjelajah Skotlandia ini telah menarik sedikitnya satu juta pengunjung setiap tahunnya. Pada malam bulan purnama, pengunjung dapat melihat pelangi yang indah terbentuk di atas air terjun karena pantulan bulan. Selain itu, tempat ini juga sempurna untuk melihat pelangi, yang dapat terlihat hingga 48 kilometer dari air terjun.

Dua taman nasional yang terdapat di air terjun ini merupakan habitat bagi gajah, zebra, antelop, kerbau, dan jerapah. Hewan lain seperti singa, macan tutul, babun, buaya, kuda nil, elang, dan berbagai burung juga bisa dilihat disini. Air terjun ini juga merupakan tempat yang bagus untuk penggemar lompat bungee. Mereka biasanya akan melompat dari ketinggian 108 meter sampai mereka menggantung terbalik beberapa inci di atas permukaan air terjun.
Read More
-->